Perangkat Pemantauan dan Identifikasi Kondisi Rel Kereta Api sebagai Panduan bagi Petugas Perawatan dan Masinis
DOI:
https://doi.org/10.59378/jcenim.v1i3.31Kata Kunci:
Kereta Api, Peta Digital, Indeks Rel, Batas Kecepatan, Peringatan DiniAbstrak
Pemeriksaan rutin kondisi rel kereta api saat ini telah dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menggunakan kereta ukur. Namun, ketidakseimbangan antara jumlah kereta ukur yang tersedia dengan panjang jalur rel kereta api yang harus diperiksa menyebabkan pemeriksaan kondisi rel hanya dapat dilakukan sebanyak dua kali dalam satu tahun. Kondisi tersebut dinilai belum memadai untuk memperoleh pembaruan data kondisi rel secara optimal.
Pada penelitian ini dikembangkan sebuah sistem pemantauan kondisi rel kereta api secara real time menggunakan sensor vibrasi untuk mengidentifikasi kondisi rel berdasarkan lokasi. Sistem ini memungkinkan pembaruan data dilakukan lebih cepat karena dapat diterapkan pada berbagai jenis kereta api.
Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh tingkat validasi data dengan rata-rata selisih nilai getaran sebesar 0,06 g pada sumbu horizontal, 0,1 g pada sumbu lateral, dan 0,19 g pada sumbu vertikal, dengan selisih jarak sebesar 34,3 meter. Selain itu, nilai galat rata-rata sensor meliputi galat lokasi sebesar 12,2 meter, delay GPS sebesar 2,8 detik, galat kecepatan sebesar 17,36\%, galat akselerometer sebesar 0,059 g, serta interval waktu transmisi data sebesar 1,04 detik.
Dengan dikembangkannya sistem ini, petugas perawatan rel kereta api dapat memperoleh laporan kondisi rel berdasarkan warna penanda (marker) yang disesuaikan dengan parameter nilai indeks rel. Selain itu, melalui aplikasi peringatan dini, masinis kereta api dapat menerima notifikasi mengenai batas kecepatan maksimum pada lokasi rel tertentu.
Referensi
Republik Indonesia, Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009. [Daring]. Tersedia: http://www.dpr.go.id/dokjdih/document/uu/007%202009%2022.pdf [Diakses: Apr. 2018].
Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Data Investigasi Kecelakaan Perkeretaapian 2010–2016. [Daring]. Tersedia: http://knkt.dephub.go.id/knkt/ntsc_home/Media_Release/Media%20Release/2016/Media%20Release%2016-IK/20KA/2020161130.pdf [Diakses: Apr. 2018].
M. Final, “Inspeksi Keselamatan Perjalanan Kereta,” Kompas.com, 2 Sep. 2010. [Daring]. Tersedia: https://travel.kompas.com/read/2010/09/02/03165727/Deteksi.Keselamatan.Perjalanan.Kereta [Diakses: Jul. 2018].
D. Wahono, Instrumentasi Deteksi Kondisi Kereta Api. Jakarta: LIPI Press, 2015.
C. Chelaswamy, L. Balaji, A. Vanathi, dan L. Saravanan, “Sistem Pemantauan Kesehatan Rel Berbasis IoT dan Sistem Informasi,” Proceeding Konferensi Internasional Microelectronic Devices, Circuits and Systems (ICMDCS), 2017.
F. Imdad, M. T. Niaz, dan H. S. Kim, “Sistem Pemantauan Kesehatan Struktur Rel Kereta Api,” Konferensi Internasional ke-15 Control, Automation and Systems (ICCAS), 2015.
N. Bosso, A. Gugliotta, dan N. Zaniperi, “Perancangan dan Pengujian Sistem Pemantauan Inovatif untuk Kendaraan Kereta Api,” Proceedings of the Institution of Mechanical Engineers, Part F: Journal of Rail and Rapid Transit, 2018.
H. Tsunashima, M. Mori, K. Yanagisawa, M. Ogino, dan A. Asano, “Pemantauan Kondisi Rel Kereta Api Menggunakan Perangkat Pemantauan Onboard Ukuran Kompak,” Konferensi IET ke-6 tentang Railway Condition Monitoring (RCM), 2014.
M. Subyanto, Dinamika Kendaraan Rel. Bandung: CV Komala, 1982.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ahmad Zaini, Virbyansah Achmadan Nurrohman, Farah Zakiyah Rahmanti

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with JCENIM agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




